Muhammad's Blog

November 7, 2009

Kisah Salman Al Farisi

Filed under: Tales — by muhammad kholid basalamah @ 12:20 am

Sebelum masuk Islam, Salman Al Farisi beragama nasrani. Ia berguru kepada seorang pendeta di sebuah gereja. Pendeta tersebut sering menyampaikan kepada Salman tentang kabar akan munculnya nabi terakhir yang diutus Allah SWT, yang ia ketahui dari kitab suci yang ia baca dan kaji, yaitu Injil. Pada akhirnya, pendeta itupun meninggal dunia. Sebelum meninggal, ia sempat berpesan pada Salman bahwa ia telah mendapat kabar munculnya nabi yang selama ini ditunggu-tunggu di Jazirah Arab, tepatnya di daerah dimana di sana terdapat rumah Allah (Baitullah), yaitu Mekah. Mendengar itu, bergegas Salman menuju ke Meah. Sayangnya, begitu tiba di Mekah, ternyata orang yang dicari oleh Salman (Muhammad) telah hijrah ke Yatsrib/Madinah. Namun demikian hal itu tidak menyurutkan niat Salman Al Farisi untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, Salman teus melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Setibanya di Madinah, Salman terus melakukan pengamatan kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut kitab yang ia baca, nabi Muhammad memiliki dua ciri . ciri pertama: Nabi itu tidak pernah menerima sedekah, tetapi menerima hadiah. Salman menyaksikan bahwa suatu hari Muhammad dikirimi semangkuk besar susu kambing oleh tetangganya. Tetangga tesebut berkata bahwa ini adalah sedekah. Kemudian Muhammad memanggil oang-orang miskin yang ada di dekat rumahnya untuk minum susu bersama-sama. Tetapi Muhammad tidak ikut minum! Esoknya, ada seorang tetangga lagi yang mengirim semangkuk besar susu. Tetangga itu berkata bahwa ini adalah hadiah. Maka sekali lagi Muhammad memanggil orang-orang miskin tersebut untuk minum susu bersama. Kali ini, Muhammad ikut minum!

Ciri kedua yang ada pada Nabi Muhammad adalah bahwa Beliau memiliki bulatan merah sebesar apel di punggungnya. Dan pada suatu hari, ada penduduk yang meninggal dunia. Muhammad memimpin acara penguburan jenazah. Saat pengalian tanah, Muhammad ikut serta menggali tanah bersama sahabatnya yang lain. Mata Salman tak henti-hentinya melihat ke arah punggung Muhammad. Sampai akhirnya, Muhammad agak menurunkan bajunya sehingga punggung Beliau terlihat. Dan, dengan mata yang berbinar, Salman melihat adanya bulatan merah sebesar apel di punggung Muhammad!

Air mata Salman bercucuan dan serta merta memeluk Rasulullah SAW dari belakang dengan sangat gembiranya. Maka kemudian Salman pun bersyahadat dengan disaksikan sahabat-sahabat yang lain. Subhanallah! Demikianlah Salman Al Farisi kemudian bergabung dengan barisan kaum muslimin dan tetap memegang teguh keIslamannya hingga akhir hayatnya.

About these ads

2 Comments »

  1. Lam kenal…kunjungan balik dari admin http://o-begitu.blogspot.com
    cara pasang iklan yang sudah bolak-balik saya coba adalah pakai software yg ada di web : http://iklanmassal.com/yusup,selamat mencoba…

    Comment by Bnag Ucup — December 25, 2009 @ 7:58 am |Reply

  2. maap linknya salah, yang benar http://iklanmassal.com/yusup

    Comment by Bnag Ucup — December 25, 2009 @ 7:59 am |Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Toni Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: